|
Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad
|
|
Selasa, 01 Juni 2010 19:54 |
|
Sriwijaya Post - MUSIRAWAS - Pegawai negeri sipil (PNS) harus terbebas dari narkoba. Sebagai upaya memerangi narkoba dan menghindari adanya oknum PNS atau pejabat yang terlibat narkoba, pihak Badan Narkotik Kabupaten (BNK) melakukan sidak terhadap satuan kerja perangkat dinas (SKPD) di lingkungan Pemkab Musirawas.
“Berkaitan dengan hari anti narkoba Indonesia (HANI), BNK telah melakukan sidak terhadap dua SKPD, dan mengambil sampel urine untuk mengetahui apakah ada PNS atau pejabat di lingkungan
SKPD tersebut terlibat narkoba. Hasil sidak ini masih dalam proses pemeriksaan, dan kita berharap seluruh PNS Musirawas bersih dari narkoba,” ujar Ketua BNK Musirawas, Hj Ratnawati Ibnu Amin.
Hj Ratnawati yang juga Wakil Bupati Musirawas ini menjelaskan, sidak terhadap PNS maupun pejabat di lingkungan Pemkab Musirawas agar menjauhi narkoba. Kegiatan sidak dan tes urine ini nantinya akan dilakukan rutin dalam waktu tertentu.
“Pemeriksaan urine ini bekerjasama dengan Dinkes, dan ke depan jika didukung Pemkab Musirawas, BNK akan membeli peralatan sendiri, sehingga dapat lebih eksis melakukan pemeriksaan urine secara berkala,” ujarnya.
Selain PNS, BNK juga akan membidik pemilik perusahaan atau kontraktor yang menjadi rekanan Pemkab Musirawas dalam pengerjaan proyek. Di mana, rekanan atau kontraktor yang akan mengerjakan proyek di lingkungan Pemkab Musirawas, harus mengikuti tes urine.
“Kita berharap seluruh yang berkepentingan di daerah ini terbebas dari Narkoba. Jika nanti terbukti menggunakannya maka akan diberikan tindakan secara tegas,” pungkasnya.sripo
http://www.sripoku.com |
|
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 01 Juni 2010 20:00 |
|
|
Musi Rawas Adakan Pembinaan Pers |
|
Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad
|
|
Jumat, 21 May 2010 01:24 |
|
Seperti tahun-tahun sebelumnya di masa kepemimpinan Drs H Ridwan Mukti sebagai Bupati Musi Rawas. kali ini Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan, pada 17-18 Mei mengadakan Pelatihan dan Pembinaan Jurnalistik bagi insan pers, baik para wartawan yang betugas di Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau.
Pelatihan di Ball Room Hotel Sempurna Lubuklinggau yang diikuti 40 wartawan ini dibuka oleh Asisten II Pemkab Musi Rawas Drs Amro Munsyi Bemban. Pemberi materi pada pelatihan Insan pers tersebut antara lain Redaktur Pelaksana Harian Pelita Jakarta Jones Sirait. Jenderal Manager Linggau Inter-media yangjuga mantan Wartawan Politik Jawa Pos Wargo Purtanto. Pemimpin Redaksi PIP Jakarta yangjuga mantan Redaktur Ekonomi Harian Media Indonesia, dan wartawan TV One Jakarta Aries Margono.
Dalam pelatihan Itu pemateri Jones Sirait menyajikan materi cara atau teknik editing dan manajemen berita dengan tujuan untuk kejelasan, ketepatan dan konsistensi berita yang dibuat wartawan. Wargo Pur-lanto menyajikan materi sistemmembuat berita Feature atau berita kisah. Disampaikan Wargo dasar-dasar penulisan feature, teknik penulisan feature serta rumusan penulisan feature. Irsyad Muchtar menyajikan materi pemahaman apakah berita itu, bagaimana cara penulisan berita yang baik dan benar. Kabag Humas Sekda Musi Rawas Drs Shahfaz di ruang kerjanya kepada Pelita mengatakan pelatihan untuk insan pers baik yang bermedia bulanan, dwi mingguan, mingguan maupun harian tersebut bertujuan untuk menambah serta memperdalam Hmu Jurnalistik insan pers di Musi Rawas. (ek-122) |
|
Sosialisasi PP.11/2010 di Kantor Pertanahan Kota Lubuk Linggau |
|
Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad
|
|
Sabtu, 15 May 2010 06:22 |
|
Pada hari Rabu, tanggal 5 Mei 2010 telah dilaksanakan Sosialisasi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 11 Tahun 2010 tentang Penertiban dan Pendayagunaan tanah Terlantar di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas. Bertempat di hotel Hakmaz Taba Lubuk Linggau, acara tersebut dihadiri oleh para pejabat dilingkungan Pemkot Lubuklinggau dan Pemkab Musi Rawas, seluruh Camat di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas serta para Notaris dan PPAT di Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas.
Sosialisasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bapak Drs. H. Suhaily Syam, S.H.,M.M. dan merupakan yang pertama di Provinsi Sumatera Selatan. Antusiasme peserta tampak pada saat sesi diskusi dan tanya jawab dibuka dengan moderator Kabid. Pengendalian Pertanahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Bapak H. Budi Santoso, S.H.,CN., M.Kn. Walaupun ada beberapa penanya yang hopeless mengenai PP. No.11/2010 ini namun Bapak Kakanwil tetap optimis bahwa peraturan tersebut akan dapat terlaksana apabila kita melaksanakannya dengan “kerja tepat, kerja ikhlas dan kerja cerdas”.
http://portaldaerah.bpn.go.id/Propinsi/Sumatera-Selatan/Kota-Lubuk-Linggau/Berita/SOSIALISASI-PP-11-2010.aspx |
|
IPM KABUPATEN MUSI RAWAS TERENDAH DI SUMSEL |
|
Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad
|
|
Sabtu, 15 May 2010 06:16 |
|
Musi Rawas, 14/5 (Antara/FINROLL News) - Indeks pembangunan manusia Kabupaten Musi Rawas, terendah di antara 14 kota/kabupaten di Sumatra Selatan, meski pada 2011 pemkab setempat menargetkan kenaikan dari 66,77 persen menjadi 68 persen.
"Pada 2011 Pemkab Musi Rawas menargetkan kenaikan indeks pembangunan manusia (IPM) dari 66,77 menjadi 68 persen. Namun pada 2015 diharapkan mencapai 75 persen sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2005-2015," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Musi Rawas, Raidusyahri, Jumat.
Ia mengatakan untuk mewujudkan target tersebut pemkab akan melaksanakan beberapa agenda pembangunan secara bertahap di antaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat, perekonomian daerah dan pelayanan publik.
Tiga agenda tersebut sesuai dengan visi dan misi daerah itu yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan penanggulangan kemiskinan, meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Lalu pembangunan di tingkat pedesaan dan pemukiman, pengurangan ketimpangan pembangunan antar wilayah dan pembangunan perkotaan, peningkatan kualitas kehidupan beragama, perlindungan dan kesejahteraan sosial, pembangunan kependudukan pemuda dan olahraga, serta peningkatan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan keternagakerjaan.
|
|
Selengkapnya...
|
|
BUPATI AKAN BERIKAN PERHATIKAN KHUSUS PENDIDIKAN SUKU KAT |
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Sabtu, 08 May 2010 12:52 |
|
Muara Beliti - Bupati Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan, H Ridwan Mukti berjanji akan memberikan perhatian khusus untuk komunitas adat tertinggal (KAT) yang ada di daerah itu.
"Bentuk perhatian ini di tunjukkan bupati dengan memberikan kemudahan bagi kalangan anak-anak dari komunitas adat tertinggal yang dulunya dikenal dengan sebutan suku anak dalam di Desa Sungai Kijang, Kecamatan Rawas Ulu terutama untuk bidang pendidikan," kata Kepala Bagian Humas Pemkab Musi Rawas, H Syahfaz Prawiranegara, Kamis. Ia mengatakan, bentuk komitmen yang dijanjikan Ridwan Mukti tersebut diutarakannya dalam kunjungan ke Desa Sungai Kijang, Rabu (5/5) lalu antara lain akan memberikan kemudahan dan pembiayaan dalam bentuk bea siswa guna melanjutkan pendidikan mulai dari tingkat SMP, SMA hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Beasiswa untuk perguruan tinggi akan diberikan kepada anak-anak yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan prioritas jurusan pendidikan dan tenaga kesehatan, sehingga nantinya mereka dapat menerapkan ilmunya yang diperoleh di bangku kuliah di desa mereka masing-masing. Saat ini kondisi kehidupan masyarakat KAT Sungai Kijang yang dulunya suka hidup berpindah-pindah dari satu tempat ketempat lainnya dan lebih banyak hidup di dalam hutan, namun saat ini sudah menetap di desa tersebut sejak 20 tahun belakangan.
Komunitas adat tertinggal yang ada di desa ini kata dia, saat ini berjumlah lebih kurang 300 Kepala Keluarga (KK). Selain telah memiliki pekerjaan tetap dengan menekuni profesi sebagai petani maupun berkebun karet, namun kalangan ini tidak melupakan budaya nenek moyang mereka untuk melaksanakan ritual mancing "ikan bulan" atau labi-labi. Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas, HJ Maimunah MS menuturkan, saat ini di daerah itu ada delapan kelompok masyarakat adat tertinggal yang dulunya disebut Suku Anak Dalam (SAD). Mereka hidup menyebar di pinggiran hutan yang ada di Kabupaten Musi Rawas.
Untuk meningkatkan taraf hidup serta kualitas kehidupan KAT, pemkab setempat terus melakukan pembinaan baik dari segi pendidikan, kesehatan serta pelatihan keterampilan dalam pengolahan lahan dengan menempatkan pekerja sosial yang dibiayai dengan APBD daerah itu semacam tenaga honor tetap. Para pekerja sosial yang ditempatkan di kelompok KAT tersebut selain akan menjadi pembimbing masyarakat juga membimbing anak-anak serta kaum remaja KAT, terutama dalam bidang pendidikan, layaknya sekolah formal. Model pembinaan ini akan dilakukan secara khusus, serta pemberian sosial lainnya seperti perumahan layak huni, peralatan usaha maupun keterampilan.
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>
|