Image Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Saya ucapkan selamat dan terima kasih atas selesainya redesain website ini, sebagai wujud upaya Pemerintah Kabupaten Musi Rawas memberikan layanan informasi lebih komprehensif dan komunikatif, semoga bermanfaat bagi semua.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

H. Ridwan Mukti
Image 
 
Home Informasi AKTIFITAS SAWMIL RUSAK JALAN PROVINSI

Galeri Foto

Aneka Berita

AKTIFITAS SAWMIL RUSAK JALAN PROVINSI
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 02 Desember 2009 16:20

Musi Rawas - Rusaknya jalan provinsi di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumsel, diduga akibat adanya aktifitas perusahaan penggergajian kayu (sawmil) yang ada di daerah itu.

"Sawmil ini harus diperiksa siapa pemiliknya, serta asal-usul bahan bakunya. Karena aktifitas pengangkutan kayu balok ini telah merusak jalan provinsi. Saya juga perintahkan agar semua sawmil yang ada di daerah agar ditutup," kata Bupati Kabupaten Musi Rawas, H Ridwan Mukti, Senin.

Perintah ini dikeluarkannya, setelah bupati Ridwan Mukti bersama rombongan muspida dan wartawan menemukan adanya aktifitas sawmil di daerah itu, ketika pulang dari meninjau keberadaan lokasi sumur migas Suban IV, di Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, yang saat ini sedang disengketakan oleh Kabupaten Musi Banyu Asin, Minggu (29/11). Selain memerintahkan penutupan sawmil di daerah itu, dia juga memerintahkan peninjauan ulang seluruh perijinan sawmil baik yang sudah beroperasi maupun yang belum beroperasi, melalui tim penertiban yang dibentuk dengan keanggotaan tim pihak dinas kehutanan, bagian penanaman modal dan perijinan, Sat Pol-PP serta pihak kepolisian setempat.

Rusaknya jalan provinsi yang ada di Kecamatan Rawas Ilir, yang menghubungkan Kabupaten Musi Rawas dengan Kabupaten Musi Banyu Asin serta kota Palembang tersebut, baru dibuka sejak beberapa tahun belakangan, dimana saat ini masih dalam tahap pengerasan. Namun kondisi jalan itu belakang sudah mulai rusak dan dipenuhi lubang-lubang.

Saat memeriksa kondisi sawmil yang berada di Desa Air Bening, Kecamatan Rawas Ilir, bupati dan rombongan mendapati kondisi sawmil dalam keadaan kosong, karena karyawan dan pemiliknya masih libur lebaran Idul Adha. Rombongan ini hanya mendapati sisa tumpukkan kayu olahan yang sudah diangkut, dan 6 unit mesin pembelah serta satu armada truk pengangkut kayu balok.

Dalam kesempatan itu, Ridwan Mukti mengaku prihatin dengan kondisi jalan yang rusak juga mempertanyakan asal-usul kayu yang diambil perusahaan milik warga asal Kota Palembang tersebut. Mengingat kondisi hutan di daerah itu saat ini sudah memperihatinkan dengan maraknya aksi pembalakkan liar.

Sementara itu, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) Musi Rawas, Syaipul Ibna menjelaskan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak dinas kehutanan, dan bagian hukum Pemkab Musi Rawas menindaklanjuti perintah bupati setempat.

"Kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak dishut dan bagian hukum Pemkab Musi Rawas dan dalam waktu dekat akan melakukan sidak kelapangan," katanya singkat.