|
KEPALA Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Musi Rawas, H Zainal Arifin S Sos mengungkapkan program yang diluncurkan Bupati Musi Rawas pada bidang Mura terang 2010 terancam terhambat. Pasalnya hingga saat ini pihaknya masih tergenda dengan arus listrik dan keterbatasan kuota KWH meter.”Gendala realisasi Mura Terang 2010 ini masih kurangnya daya listrik yang disalurkan oleh PN serta belum tersedianya KWH meter untuk didistribusikan ke seluruh masyrakat di daerah ini,”kata Zainal.
Dikatakan Zainal, Jumlah KWH meter yang disediakan oleh pihak PLN sangat minim yakni hanya 10 persen dari seluruh kebutuhan masyarakat dio kabupaten Musi Rawas.”Sekurangnya di daerah ini membutuhkan 20 ribu Kwh meter, namun yang disediakan oleh PLN baru pada kisaran 10 perssen. Seperti pada tahun 2009 lalu hanya menyalurkan 1200 kwh,”jelasnyaUntuk mengatasi hal ini, kata Zainal pihaknya beberapa waktu lalu telah berkoordinasi dengan PLN wilayah Sumbagsel agar untuk pengadaan kwh ditanggulangi oleh pemkab Mura melalui APBD daerah. Namun pihak PLN tidak mengizinkan karena otorisasi pengadaan KWH hanya oleh PLN.”Jika PLN mengizinkan maka untuk pengadaan Kwh ini, berapapun Pemkab Musa siap,”paparnya
Sementara itu, hambatan lainya Mura terang 2010 yakni kekurangan daya listrik dan ini bukan hanya masalah musi rawas namun telah menjadi krisis energi nasional. Namun Pemkab Mura sejak 4 tahun silam telah merencanakan dan mengajukan untuk membangun PLTG di BTS Ulu, namun hingga saat ini pembangunan ini masih tergendala dengan pihak PLN.”Saat ini masih tergendala dengan harga beli daya listrik (PPA) oleh PLN, jika penetapan ini sudah dilakukan maka kemungkinan pembangunan PLTG dapat dilaksanakan,”jelasnya
Untuk pembangunan PLTG yang berada disimpang temelat ini, Zainal melanjutkan investor yang akan membangun sudah siap dan bahan baku pembangkit yakni gas sudah disiapkan oleh PT Medco Energy.”Segala upaya terus dilakukan agar mura ini terang menderang, namun memang butuh tahapan yang cukup panjang,”pukasnya
Upaya lainnya selain membangun PLTG, Pemkab Mura juga telah merencanakan untuk membangun PLTU serta PLTMH yang direncanakan akan dibangun di kecamatan Ulu Rawas dan Rawas Ulu. Selain itu juga PLN telah bersedia untuk membangun gardu induk di Rupit, sehingga dengan dibangunya gardun induk ini maka untuk wilayah Muratara dapat segera dialirkan.”Khusus daerah-daerah terpencil yang secara teknis dapat dibangun jaringan namun secara ekonomi tidak memungkinkan akan dibangun PLTMH dan PLTS,”paparnya
Gendala lainnya yang ditemukan, kata Zainal masih minimnya anggaran yang diperuntukan khusus pembangunan kelistrikan. Dari tahun 2005 hingga 2010 ini, untuk membangunan saran kelistrikan ini sekitar Rp 160 milyar.”Meskipun anggaran ini termasuk kecil namun hampir 82,31 persen dari seluruh desa di Kabupaten Mura telah terpasang jaringan listrik,”imbuhnya
Diungkapkan Zainal, hingga saat ini jumlah desa yang sudah terpasang dan teralirkan arus listrik (operasional) sebanyak 160 desa (60,65%). Sedangkan untuk desa yang sudah terpasang jaringan listrik, namun belum dialirkan listrik sebanyak 60 desa (21,68%), sehingga total desa yang sudah terpasang jaringan listrik baik yang sudah dialirkan arus listrik maupun yang belum sebanyak 228 desa (82,31%).”Khusus 60 desa yang belum dialirkan arus listrik, 10 desa diantaranya tahun ini diupakan akan dialirkan,”ujar mantan Kaban Kesbangpolinmas ini.
Bagaimana dengan 49 desa (17,69%) lainya yang belum terpasang jaringan listrik dan belum dialiri arus listrik, Zainal menjelaskan 49 desa ini merupakan desa-desa yang sulit dijangkau dan sangat tidak memungkinkan secara ekonomi dibangun jaringan listrik. Namun untuk mengatasinya pihaknya akan menerapkan program PLTS dan PLTMH yang dananya selain menggunakan dana APBD juga akan diajukan ke kementrian daerah tertinggal.”Tahun 2010 ini, PLTS ini akan terpasang di Kecamatan Ulu Rawas, Nibung, Rawas Ilir, Muara Lakitan dan BTS Ulu,”pukasnya sembari mengatakan setiap desa minimal akan dibantu 100 PLTS.(DS) |