|
Musi Rawas, 4/5 (Antara/FINROLL News) - Hasil produksi bidang pertanian, khususnya tanaman padi, di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, pada 2009 mengalami peningkatan 5,6 persen di bandingkan tahun sebelumnya.
"Dibandingkan dengan tahun 2008 lalu hasil produksi padi pada 2009 mengalami peningkatan sebesar 5,6 persen, dengan total hasil produksi sebanyak 282.976 ton gabah kering giling (GKG), sedangkan pada 2008 hasil produksi cuma 267.965 ton GKG," kata Kepala Bidang Bina Program pada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kabupaten Musi Rawas, Manggaratua Siahan, Selasa.
Ia mengatakan, peningkatan hasil produksi tanaman padi tersebut terdiri dari padi sawah dengan luasan panen 50.211 hektare dengan total produksi sebanyak 259.531 ton GKG dengan rata-rata produktifitas perhektarenya mencapai 5,169 ton.
Ditambah hasil produksi padi lahan darat (gogo) dengan luasan panen 9,98 hektare, dengan total produksi 23.445 ton GKG dengan produktifitas perhektarenya 2,34 ton/GKG.
Selain terjadinya peningkatan hasil produksi padi pada tahun sebelumnya juga terjadi peningkatan luasan lahan tanam dari 59.848 hektare menjadi 60.209 hektare.
Untuk padi gogo, kata dia, masa tanamnya bergantung dengan iklim dan dalam setahun hanya bisa dilakukan satu kali tanam, dengan varietas padi jenis Dayang Rindu (padi lokal).
Sedangkan untuk padi sawah masyarakat di daerah ini masih mengandalkan varietas IR-64, Ciherang dan Mikongga yang dilakukan dua kali dalam setahun, namun kalangan petani di daerah ini masih dihantui serangan hama penyakit seperti tungro, wereng dan hama tikus.
Guna menjaga produktifitas padi di Kabupaten Musi Rawas dari serangan hama penyakit, pihaknya mulai tahun ini akan mengganti varietas tanaman padi petani dengan varietas Kalimas, Silugonggo dan Bondo Yudho. Varietas ini tahan terhadap serangan hama penyakit terutama tungro.
Sedangkan untuk produktifitas padi 2010, kata dia, baru akan diketahui hasilnya pada 2011. Namun pihaknya berkeyakinan produktifitas ini dapat meningkat seiring dengan adanya peningkatan luasan lahan tanam padi darat maupun padi sawah.
Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Musi Rawas pada tahun ini juga akan menggulirkan program bantuan kepada petani dengan kegiatan gebroyokan tikus dilahan yang sering diserang hama tikus maupun di daerah pertanian yang berpotensi diserang.
Selanjutnya Pengendalian hama penyakit, terutama tungro dan wereng baik melalui sosialisasi pencegahan dan pengendalian penyakit serta sosialisasi untuk melakukan tanam serentak, serta pemberian bantuan obat-obatan untuk mengatasi serangan penyakit tersebut.
http://news.id.finroll.com/home/archive/260943-produktifitas-pertanian-musi-rawas-meningkat-56-persen.html
|