Image Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Saya ucapkan selamat dan terima kasih atas selesainya redesain website ini, sebagai wujud upaya Pemerintah Kabupaten Musi Rawas memberikan layanan informasi lebih komprehensif dan komunikatif, semoga bermanfaat bagi semua.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

H. Ridwan Mukti
Image 
 
Home Informasi 11 Dirjen kementrian RI Kunjungi Musi Rawas

Galeri Foto

Aneka Berita

11 Dirjen kementrian RI Kunjungi Musi Rawas
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 16 Agustus 2010 12:44

Musi Rawas-Dirjen Pemberdayaan Komunitas Adat Tertinggal (KAT) Kementerian Sosial, Charles Talimbo mengatakan Kabupaten Musi Rawas tahun ini (2010) menerima kucuran dana bantuan pusat sebesar Rp 2,3 miliar. Dana tersebut diperuntukkan guna menanggulangi angka kemiskinan masyarakat KAT di Musi Rawas.
 
“Kucuran dana bantuan pemerintah pusat dari lintas kementrian itu akan digunakan untuk aktivitas pemberdayaan perempuan sebagai jaminan hidup masyarakat KAT yang ada di Kabupaten Musi Rawas,” kata Charles Talimbo saat sambutan pembukaan program pemberdayaan Masyarakat KAT dan Diskusi Panel di Pendopoan Rumah Dinas Bupati, Senin (2/8).

Charles Talimbo melanjutkan untuk 2010, pemerintah  telah menyiapkan anggaran Rp 118 miliar untuk memberdayakan KAT. Sampai tahun 2014 dibutuhkan sedikitnya anggaran Rp 738 miliar untuk mencapai target percepatan pembangunan.
Mensos berharap program yang sudah disepakati dalam Raker Tampak Siring akan didukung anggaran yang memadai, termasuk dari APBN-P yang sekarang sedang dibahas DPR. Salah satu program pemberdayaan KAT yang dilakukan Kemensos berada di Kabupaten Musi Rawas, yakni KAT Desa Muara Tiku Kecamatan Karang Jaya sebanyak 50 KK, KAT Bumi Makmur Muara Lakitan, Sungai Kijang Rawas Ulu 70 KK yang termasuk kedalam 127.699 Kepala Keluarga KAT di Indoneisa.
 
Di tempat yang sama, Staf Ahli Mendagri Bidang Pembangunan, Usnan A  Halim mengatakan dengan adanya Pokja 11 kementerian diharapkan persoalan kemiskinan yang ada di daerah dapat selesaikan secara bersama-sama khususnya terhadap pemberdayaan KAT.
 
Sementara Kepala Dinas Sosial Mura, Hj Maimunah sebelumnya mengatakan Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial, terhitung sejak 2005 hingga 2010 telah membangun 238 unit rumah untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) atau suku anak dalam di Kab Mura.
“Rumah yang dibangun tersebut tersebar pada tujuh kecamatan, dimana di Kabupaten Musi Rawas saat ini keberadaan suku KAT atau dulunya disebut suku kubu terdapat delapan titik,” katanya.


Keberadaan suku KAT ini tersebar di Kecamatan Muara Lakitan, Suku Tengah Lakitan Ulu, Rupit, Rawas Ulu, Nibung, Karang Jaya dan Kecamatan Rawas Ilir, dengan jumlah jiwa sebanyak 1.308 jiwa atau 406 kepala keluarga (KK).
 
Suku KAT ini biasanya berdiam di sekitar sungai dan hidup selalu berpindah-pindah (nomaden), untuk itulah pemerintah mengadakan program bantuan perumahan ini dengan tujuan agar mereka hidup menetap layaknya mayarakat desa lainnya.
 
Adapun rincian bantuan yang diberikan berupa bahan bangunan lengkap antara lain 50 unit untuk Suku KAT yang ada di Kecamatan Karang Jaya, 100 unit di Kecamatan Nibung. Kemudian 35 unit di Kecamatan Rupit, 18 unit di Kecamatan Suku Tengah lakitan Ulu. Sedangkan di SP-IX Desa Harapan Makmur, Kecamatan Muara Lakitan bantuan yang diberikan pemerintah berbentuk rumah jadi sebanyak 35 unit. 
 
 *317 Warga Komunitas Adat Tertinggal Transisi ke Modern
 
Sekitar 317 warga Komunitas Adat Tertinggal (KAT) di Desa Sungai Kijang Kecamatan Rawas Ulu kini tidak lagi disebut primitif. Mereka kini sudah transisi dari kehidupan primitif menjadi masyarakat modern yang mulai bermasyarakat dan mengenal pendidikan.  Kepala Desa Sungai Kijang Kecamatan Rawas Ulu, Ibnu Hajar kepada Musirawas Ekspres mengungkapkan, KAT Sungai Kijang berjumlah 78 Kepala Keluarga (KK) meliputi 317 jiwa dari keseluruhannya 1.029 warga Desa Sungai Kijang. Mengenai pembinaan terhadap KAT, Ibnu Hajar mengungkpakan dirinya sama sekali tidak mendapatkan kendala. ”Hanya saja warga KAT harus melalui pembinaan dengan cara pendekatan dan kekeluargaan,” ungkap Ibnu seraya menginformasikan, di Desa Sungai Kijang telah memilki satu bangunan Sekolah Dasar (SD) dan satu Madrasah. 
     

Sementara itu Kepala Pendamping KAT Sungai Kijang, Madesan kepada Musirawas Ekspres meungkapkan berawal dari tahun 1981 warega KAT resmi menjadi warga Desa Sungai Kijang. Dan saat ini warga KAT telah mengenal sekolah. Dari tahun 1974 KAT bermula menjalani kehidupaan di hutan dengan cara berpindah-pinda. Namun sejak 1981 mulai menetap di Desa Sungai Kijang Kecamatan Rawas Ulu.
Dan sebanyak 78 KAK, mayoritas KAT berkerja sebagai petani karet, kendati ada juga yang bekerja sebagai pedagang. Pastinya anak dar KAT sudah mulai mengenal dunia pendidikan, bahkan ada yang telah mengenyam bangku SMA. Dan kehidupannya pun juga telah membaur dengan masyarakat lainnya.
     

Sementara itu Bupati Musi Rawas, H Ridwan Mukti menyampaikan terima kasih kepada rombongan 11 Dirjen Kementrian RI dan dari pemerintah Provinsi yang telah berkunjung ke Kabupaten Musi Rawas khususnya ke kawasan KAT Sungai Kijang. ”Terlebin ini adalah kunjungan keempat se-Indonesia. Sebab ini akan makin memberikan semangat untuk membangun KAT. Sebagaimana tema yang kita tetapkan yakni dengan sinergitas program pemberdayaan masyarakat desa akan mempercepat penanggulangan kemiskinan pada komunitas adat terpencil di Kabupaten Musi Rawas,” tegasnya.

Semantara itu salah seorang anggota rombongan Dirjen Kementrian Menko Kesra, Nyoman kepada Musirawas Ekspres mengungkapkan Bupati dan pemkab Mura sangat merespon rencana kunjungan kerja terpadu program pemberdayaan komunitas adat tertinggal. Selanjutnya hal tersebut merupakan amanah bagi pihaknya untuk mempercepat proses di kementrian dalam upaya pemberdayaan KAT di Mura.(Panca/MurEks)

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 16 Agustus 2010 13:10