|
Pangdam II Sriwijaya Kunjungi Kabupaten Musi Rawas |
|
Ditulis oleh Benni Mardiyansah
|
|
Kamis, 21 Juli 2011 12:40 |
|
Musi Rawas, (20/7/2011) Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) II Sriwijaya Mayjen TNI S. Widjonarko, S. Sos., MM., Msc tiba di Bandara Silampari pukul 14.00 WIB menggunakan Pesawat Komersial dari Palembang dan Beliau disambut langsung Bupati Musi Rawas, Kapolres Musi Rawas, Dandim 0406 Musi Rawas, Kapolres Lubuklinggau, Kajari Lubuklinggau dan beberapa kepala SKPD Musi Rawas. Dalam kunjungan kerja yang pertamanya ini Pangdam berencana mengunjungi Desa Mulyajaya Kecamatan Nibung.
Sesampainya di Kecamatan Nibung pukul 17.30 WIB, Pangdam II Sriwijaya didampingi oleh Bupati Musi Rawas, Kapolres Musi Rawas, Dandim 0406 Musi Rawas dan Kepala SKPD langsung mengunjungi TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang menewaskan Serma Ismail TZ (anggota Kodim 0406), serta perampasan Senjata Api M16 yang dibawa Sertu Ghoib. Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (9/7) dini hari, pada pukul 03.00 WIB.
Kemudian Pangdam, Bupati Musi Rawas dan rombongan bertatap muka dengan warga setempat, terdapat pula para tokoh masyarakat dan tokoh agama. Dalam pertemuan tersebut warga mengungkapkan keinginan mereka agar dibangun Koramil di Nibung dikarenakan luasnya daerah yang dijangkau oleh koramil sudah tidak memadai. Luas 3 (tiga) Kecamatan di Musi Rawas yang mencakup Kecamatan Karang Dapo, Rawas Ilir, Nibung hampir sama dengan luasnya salah satu Kabupaten di Provinsi Bengkulu. Oleh karena itu antusiasme warga ini akan dilakukan secara swadaya dengan harapan dapat terealisasi.
"Masyarakat harus bersatu!." ungkap Lulusan AKABRI Tahun 1980 ini dalam paparannya kepada masyarakat Nibung. "Sekuat apapun personil yang ada di lapangan tanpa adanya kekompakan masyarakat di Lapangan ini akan menjadi sia-sia belaka." tambah Perwira Tinggi Mantan Tajar Padmas Lemhanas RI ini. Bupati Musi Rawas H.Ridwan Mukti yakin bahwa pelaku bukanlah dari warga daerah setempat karena prilaku daerah setempat tidak mencerminkan karakteristik masyarakat Nibung tersebut. Pangdam menghimbau bahwa "Senjata itu segera di kembalikan karena senjata itu merupakan senjata rakyat yang dibeli oleh uang rakyat!." tutup Perwira Kelahiran Gombong Tersebut.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 21 Juli 2011 14:02 |