Image Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Saya ucapkan selamat dan terima kasih atas selesainya redesain website ini, sebagai wujud upaya Pemerintah Kabupaten Musi Rawas memberikan layanan informasi lebih komprehensif dan komunikatif, semoga bermanfaat bagi semua.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

H. Ridwan Mukti
Image 
 
Home Informasi Operasional PT. Seleraya Dihentikan

Galeri Foto

Aneka Berita

Operasional PT. Seleraya Dihentikan
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 24 Januari 2012 11:19

MUSI RAWAS- Bupati Musi Rawas, H Ridwan Mukti menyatakan operasional PT Seleraya Merangin Dua (SRMD) yang bergerak dibidang perminyakan dihentikan khususnnya terkait angkutan hasil tambang yang menggunakan jalan kabupaten. Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti saat konferensi pers didampingi Wabup H Hendra Gunawan, Sekda H Raidusyahri beserta jajaran Pemkab Musi Rawas, Senin (23/1) mengadakan rapat darurat dan dihasilkan surat keputusan nomor: 100/11/I/2012 perihal penghentian pengangkutan minyak mentah oleh Seleraya terhitung 23 januari 2012. “Kita bekukan pengoperasian PT Seleraya karena sudah menimbulkan keresahan masyarakat. Terlebih mengangkut minyak mentah menggunakan kendaraan itu dilarang, sehingga ditutup,” ujar Bupati. Dikatakannya, Pemkab Musi Rawas sudah sampaikan kepada pihak Seleraya serta perusahaan lain, surat ini untuk menjaga suasana kondusif, sedangkan perusahaan lain yang ada di sana dan didaerah lain sedang dievaluasi. “Untuk penghentian tersebut sifatnya berkelanjutan, dimana pihak perusahaan harus merealisasikan pengangkutan minyak mentah dengan pipanisasi,” jelas bupati. Dijelaskan Bupati, sebelumnya telah dilaksanakan  rapat membahas permintaan masyarakat Rawas Ilir. Terlebih masalah akses selalu menjadi komitmen Pemkab Musi Rawas apalagi tahun ini ada realisasi pembangunan infrastruktur akses bagi masyarakat terutama Kecamatan Rawas Ilir. Karena keputusan ini juga demi kepentingan besar yaitu kepentingan masyarakat. ”Pemerintah mengambil keputusan pro rakyat dengan kata lain tidak pro investor,” tegasnya.

Memang pada awalnya, pengangkutan minyak menggunakan kendaraan ini memicu efek dari akses, jika tidak segera diselesaikan masalah ini bakal memicu kecamatan lain yang dilewati Seleraya hingga Kecamatan Muara Lakitan. “Dalam waktu dekat saya akan mengunjungi Rawas Ilir menjelaskan langkah yang harus diambil, terlebih langkah yang telah diupayakan pemerintah untuk pembangunan Rawas Ilir. Selain itu jika masyarakat ingin bertemu langsung, bupati bersedia jam berapapun, pemerintah tetap akan memperhatikan rawas ilir karena saya dulu sudah banyak jasa disana,” paparnya. Permintaan masyarakat tentang presentase bagi hasil perusahaan, Pemkab Musi Rawas akan mempelajari.  “Kita cari dasar hukum dan rujukan legal kendati juga permintaan ini juga harus dipertimbangan dasar atas hak masyarakat diluar kecamatan rawas ilir. Gejolak ini harus disikapi dengan arif dan perlu didiskusikan,” tegas bupati.

Selain itu untuk pengerjaan jalan ini diupayakan untuk mempercepat tender pembangunan akses rawas ilir. Terkhusus jalan yang ada di Riam jalan memang kondisinya tidak memungkinkan dimana permukaan air lebih tinggi dibandingkan jalan yang ada, sehingga perlu studi khusus pembangunan jalan tersebut misalnya dipasang tiang pancang seperti jalan tol. “Semoga langkah yang telah diambil ini setidaknya bisa meredam akan tidak terjadi gejolak di masyarakat,” harap bupati. Di lain pihak Pemkab Musi Rawas yang dipimpin Wabup H Hendra Gunawan akan mengkonsolidasikan kepada kecamatan dan desa agar pemerintahan berjalan efektif, serta mensosialisasikan kepada masyarakat tentang keputusan yang telah diambil. Sehingga keputusan ini jangan sampai timbul kesalahpahaman di masyarakat.
Pemkab Musi Rawas menjamin para investor beserta perusahaan dipastikan akan merawat akses yang ada. Setidaknya hingga saat ini tiga daerah yaitu Kecamatan Rawas Ilir, Ulu Rawas dan Jayaloka masih menjadi perhatian dalam peningkatan jalan. Terkait dengan prospek investasi Musi Rawas kedepan, bupati menjelaskan investasi memang diperlukan, bahkan hasil rapat dengan presiden beberapa waktu lalu. Presiden minta jaga stabilitas dan ketahanan pangan. Sehingga sekecil apapun yang menyebabkan suasana tidak kondusif harus diselesaikan, oleh karena itu jika dibiarkan maka menjadi konflik. Untuk pembangunan infrastruktur di empat kecamatan di Kabupaten Musi Rawas (Rawas Ilir, Karang Dapo, Rupit, Nibung) saja, semenjak kepemimpinan Bupati H. Ridwan Mukti, dari tahun 2007 hingga 2011 sudah menelan anggaran APBD sebesar Rp93,360,524,000.-. Jadi Tahun ini Bupati Musi Rawas H. Ridwan Mukti akan fokus kepada pembangunan infrastruktur bagi masyarakat. “Untuk investasi terus kita sambut baik, namun jika akan timbul konflik tidak akan diterima, saya misalkan seperti dua beradik betujah gara-gara perusahaan lebih baik dua beradik sama-sama tidak makan gara-gara perusahaan,” tegasnya
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 24 Januari 2012 14:40