Image Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Saya ucapkan selamat dan terima kasih atas selesainya redesain website ini, sebagai wujud upaya Pemerintah Kabupaten Musi Rawas memberikan layanan informasi lebih komprehensif dan komunikatif, semoga bermanfaat bagi semua.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

H. Ridwan Mukti
Image 
 
Home Interaksi Musi Rawas The Exciting of Sumatera

Login Anggota



Artikel Pengunjung

Musi Rawas The Exciting of Sumatera
Ditulis oleh Arief Candra S Hut   
Jumat, 17 Oktober 2008 10:36

Musi Rawas The Exciting of Sumatera


Kedekatan seorang Bupati dengan Rakyatnya

 "Kedekatan Seorang Pemimpin dengan Rakyatnya"

H Ridwan Mukti

Bupati Musi Rawas

"Kunci Suksesnya Pemimpin Dengan Memahami Rakyatnya"

KABUPATEN Musi Rawas yang memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Adat Istiadat yang ada didalamnya rasanya tidak berlebihan jika Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti, Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke 64 Tahun Kabupaten Musi Rawas tahun 2008 mencanangkan Slogan Baru Bagi kabupaten Musi Rawas sebagai Daerah yang paling menggairahkan dan mengasikkan (exciting) di Pulau Sumatera.

the exciting of Sumatera, sebutan baru untuk Kabupaten yang dipimpin oleh pasangan H Ridwan Mukti dan Hj Ratnawati Ibnu Amin, dengan harapan slogan ini menjadi semangat baru bersama untuk membangun Musi Rawas sebagai Kabupaten yang paling menggairahkan dan mengasikkan (exciting) di Sumatera sejalan dengan program Visit Musi Year 2008 yang baru-baru ini di canangkan oleh Gubernur Sumatera Selatan.

Seorang Wakil Bupati Musi Rawas Hj Ratnawati Ibnu Amin yang memahami kondisi rakyatnya-.

"Hidup dan Perjuangan Saya untuk memberikan yang terbaik untuk rakyat Kabupaten Musi Rawas"

 - Seorang Wakil Bupati Musi Rawas Hj Ratnawati Ibnu Amin yang memahami kondisi rakyatnya-.
Kabupaten Musi Rawas merupakan salah satu daerah yang berada di propinsi sumatera selatan yang memiliki Potensi SDA melimpah berupa Hamparan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) dan Hutan lindung yang lebat dan hijau menjadi salah satu kebanggan Masyarakat Musi Rawas yang membentang dari Bukit Batu Kecamatan Padang Ulak Tanding Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten lebong sampai oesa Napal melintang dan berkahir di Wilayah Desa Kuto Tanjung Kecamatan Ulu Rawas yang merupakan daerah yang baru terlepas dari status keterisoliran.
Secara geografis Kabupaten Musi Rawas yang memiliki luas wilayah mencapai 1.236.582,66 Ha dengan jumlah penduduk 491.550 Jiwa memiliki letak yang sangat strategis karena dilalui jalan lintas tengah (Jalinteng) Sumatera dan menjadi daerah transit baik bagi para pelancong maupun para pebisnis yang berasal dari kota-kota di Sumatera dan Jawa bahkan luar negeri. Sebagai daerah transit yang dilengkapi fasilitas bagi pebisnis diantarany berdiri dengan megahnya beberapa hotel berbintang, rumah makan dan obyek wisata yang sangat indah sehingga membuat yang datang ke daerah ini kerasan dan dipastikan akan kembali kedaerah ini.
Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti menggendong seorang anak yang merupakan generasi penerus daerah ini.

 Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti menggendong seorang anak yang merupakan generasi penerus daerah ini.

"kemajuan di suatu daerah tergantung dengan apa yang di wariskan kepada generasi penerus" 

Dengan melihat situasi dan kondisi Kabupaten Musi Rawas yang memili moto “Lan Serasan Sekentenan“ yang merupakan daerah Agraris yang sebagian besar wilayahnya bergerak dibidang pertanian dan perkebunan, maka pasangan pemimpin kabupaten musi rawas ini mengemban Visi selama kepemimpinannya yakni “Meningkatnya Kesejahteraan Masyarakat Dan Perekonomian Daerah Berbasis Agraris”. Untuk mewujudkan visi tersebut maka Bererapa Misi yang disusun diantaranya 1) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, 2) Meningkatkan perekonomian daerah dan 3) Meningkatkan Pelayanan Publik.

Untuk mencapai Misi tersebut maka Pasangan pemimpin yang dipilih secara langsung ini pada tahun 2005 yang lalu telah menetukan Strategi Pembangunan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2005-2010 diantaranya 1) Pengembangan infrastruktur strategis untuk merangkai Agropolitan Distrik menjadi jaringan regional. 2) Membangun Agropolitan Distrik dan Agropolitan Center untuk memperluas hubungan sosial, ekonomi, budaya dan politik yang lebih luas. 3) Pengembangan fasilitas pelayanan kebutuhan dasar (pendidikan, kesehatan dan informasi) di setiap Agropolitan Distrik.

4) Memadukan usaha di bidang pertanian dan non pertanian untuk memperbanyak kesempatan kerja dan menurunkan jumlah pengganguran. 5) Menggunakan tenaga kerja lokal yang lebih efektif, dengan mengarahkan usaha-usaha yang mengembangkan potensi sumber daya alam disetiap gropolitan distrik. 6) Membangun dan memperbaiki sarana antar agropolitan distrik menjadi jaringan regional dan menyediakan lapangan kerja yang lebih besar dibandingkan dengan kota induk terdekat. 7) Menyusun pemerintahan mandiri yang dapat menetapkan prioritas pembangunan dan mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan aspirasi masyarakat. Dan terakhir 8 ) Menyediakan sumber keuangan yang cukup untuk membangun Agropolitan Distrik, Agropolitan Center , Pengembangan Bandara Silampari, Terminal Peti Kemas dan pembiayaan infratruktur strategis.

Untuk mendukung Kabupaten Mura sebagai daerah Agraris maka Pemimpin Bumi Lan Serasan Sekentenan ini menerapkan konsep AGROPOLITAN (Agro = pertanian : Politan = kota) yaitu suatu konsep pembangunan yang berdasarkan aspirasi masyarakat arus bawah yang tujuannya tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi mengembangkan segala aspek kehidupan sosial yang berawal dari masyarakat desa, Agropolitan merupakan perpaduan antara pembangunan sektor pertanian yang berbasis di pedesaan dengan pembangunan sektor industri dan perdagangan di pusat kota kecamatan.“Konsep Agropolitan ini baru pertama kali diterapkan di propinsi Sumatera Selatan bahkan di Indonesia,” Ujar Bupati Musi Rawas.

Dilanjutkan Bupati, Konsep Agropolitan yang diterapkan di kabupaten musi rawas menjadi Agropolitan Center (AC) yang didukung oleh 5 Distrik Agropolitan (Pusat Pertumbuhan) diantaranya Distrik Simpang Nibung, Simpang BKL Ulu Terawas, Megang Sakti, Simpang Semambang, dan Prabumulih II Kecamatan Muara Lakitan. Sedangkan Pusat dari Agropolitan itu sendirinya masuk dalam wilayah Kecamatan Muara Beliti yang juga sebagai ibu kota dan Pusat pemerintahan kabupaten Musi rawas.

konsep besar AC di Mura ini dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 Tahun 2005. Untuk lokasi AC itu sendiri sudah dipersiapkan seluas 78,5 hektar yang diproyeksikan dekat dengan pemerintahan. Dalam tahapannya nanti, di kawasan AC akan terwujud menjadi pusat perdagangan dan transaksi maya.”Ujar Kepala Bappeda Mura Ir H Hendra Gunawan SH M Si

Dilanjutkan Hendra, Konsep Agropolitan tidak hanya menyelesaikan persoalan-persoalan yang dialami oleh petani, melainkan konsep Agropolitan ini diupayakan akan menyelesaikan seluruh persoalan yang ada di Musi rawas termasuk sektor pertanian.”saat ini pembangunan AC dan Lima Distrik Agropolitan sedang dilakukan, diutamakan pembangunan fasilitas dasar dan menumbuh kembangkan perekonomian baik di AC maupun di 5 distrik yakni dengan memulai membangun Ruko, terminal dan fasilitas lainnya.”ungkap Hendra sembari mengatakan pada saatnya nanti dengan sendirinya dikawasan ini akan terjadi pusat transaksi perdagangan yang lengkap, baik agen, distributor, sampai pusat-pusat kebutuhan dasar masayarakat kabupaten Musi rawas dan daerah lainnya.

                                                    - Memulai Dengan Penyedian Infrastruktur Dasar -

PADA titik nol kepemimpinan H Ridwan Mukti dan Hj Ratnawati Ibnu Amin, Kabupaten Musi Rawas termasuk salah satu daerah tertinggal bahkan daerah tertinggal yang memiliki urutan terakhir di Propinsi Sumatera Selatan. Ketertinggalan Kabupaten Musi Rawas ini dipicu oleh Beragam pemasalan diantaranya Kabupaten Musi Rawas yang Kaya akan potensi tapi produksi belum optimal (pertanian, kehutanan dan pertambangan), Infrastruktur (termasuk jaringan transportasi) belum dapat melayani seluruh wilayah dan mendukung orientasi yang tepat yang meyebabkan biaya transportasi relatif tinggi, jalan-jalan produksi (desa) masih terbatas dan pemasaran hasil produksi pertanian, masih relatif sulit.

Tidak hanya itu persoalan yang dihadapi di depan mata masih adanya beberapa yang masih terisolasi diantarnya Kecamatan Ulu Rawas dan Desa di Kecamatan selangit, Selain itu orientasi pelayanan masih pada wilayah eksternalnya (kota lubuk linggau) dan belum efesien dan Sektor-sektor lapangan usaha yang dapat menyerap tenaga kerja tinggi (terutama industri berbasis pertanian), masih lambat perkembangannya.

Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti pada Acara Silaturahmi dengan Ulama dan Umaroh di pendopo bebera waktu lalu mengungkapkan pada awal kepemimpinanya kabupaten musi rawas merupakan salah satu kabupetn dengan predikat tertinggal dengan 58% desa nya yang masih berstatus tertinggal dan sebagian daerah masih terisolir. Melihat kondisi seperti ini Bupati beserta jajaran Pemkab Mura mencari akar permasalahan mengapa Kabupaten Mura dengan potensi SDA yang sangat kaya raya masih memiliki status daerah tertinggal.

”kemiskinan di kabupaten Musi Rawas bukan seperti di kota besar. Kalau di kota besar kemiskinan di akbibatkan tidak adanya lowongan pekerjaan sedangkan dikabupaten musi rawas karena masih banyak daerah yang terisolir sehingga menyebabkan sulitnya masyarakat mendistribusikan produksi pertanian mereka.”ujarnya sembari mengatakan ketertinggalan kabupaten mura ini diakibatkan oleh minimnya infrastruktur dasar berupa jalan, jembatan dan fasilitas public lainnya.

Setelah mengetahui akar permasalahan kabupaten mura ini menjadi tertinggal, sejak awal pemerintahannya sampai 3 tahun kepemimpinannya, alokasi APBD Mura diploting 40% khusus untuk pembangunan infrastruktur dasar dan hasilnya saat ini tidak ada lagi daerah terisolir dan indeks perekonomian kabupaten Musi Rawas naik dari 5% dan saat ini mencapai 8,29%.”saat ini kabupaten Musi Rawas telah lepas dari Status daerah tertinggal, hal ini imbas dari penyediaan Infrastruktur dasar berupa jalan, fasilitas pendidikan, kesehatan, perekonomian dan lainnya.”papar Bupati

Perubahan wajah kabupaten Musi rawas dalam kurun waktu 3 tahun ini, bukan semata-mata keberhasilan pasangan pemimpin bumi sebiduk semare ini melainkan keberhasilan seluruh rakyat musi musi rawas,”kemajuan yang dialami daerah ini bukan semata-mata akibat dari kerja keras saya selaku Bupati tetapi keberhasilan ini merupakan keberhasilan bersama rakyat musi rawas, ke depan untuk mencapai hasil yang baik lagi dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat mura karena kami selaku pemerintah tidak akan mampu menyelesaikan sendiri permasalahn yang ada di daerah ini,” akui oleh Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti.

Dengan pencapaian itu, Ridwan Mukti didaulat oleh Menteri Negara Pemba­ngunan Daerah Tertinggal (PDT), untuk membagikan kiat dan pengalamannya, di hadapan gubernur dan bupati seluruh Indonesia, khususnya yang memiliki desa tertinggal dan melepaskan daerah ini dari status tertinggal.(Candra/RadarPat Petulai)

                                              

Penulis:

Arief Candra S Hut ; Wartawan Radar Pat Petulai (RPP) ; 081928668183 ; Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya ; www.beliti.co.cc

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 11 May 2009 09:42