|
Kabupaten memiliki kekayaan yang sangat besar, terutama untuk SDA dibidang Tambang, Minyak dan Gas. Berdasarkan data yang ada di Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Musi Rawas (Mura), cadangan batubara Mura lebih dari 2 miliar ton dengan nilai kalori 5.000 - 6.000 dan ketebalannya 0,5-30 M yang tersebar di Kecamatan Muara Kelingi, Muara Lakitan, Muara Beliti, Nibung dan Rawas Ilir. Demikian kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Mura, Ir H Nito Maphilindo MM melalui Kabid Pertambangan Umum Johan Firdaus kemarin, di ruang kerjanya.
Dikatakan Johan, saat pihaknya terus melakukan persiapan untuk mengoptimalkan keberadaan SDA berupa Batubara di Mura ini.”sebenarnya kabupaten mura ini sangat kaya dengan SDA, Untuk cadangan batubara, saat ini telah terindikasi yang paling banyak ada di kecamatan Rawas Ilir yang nilainya lebih kurang 1 Miliar ton dan Kecamatan Muara Lakitan lebih kurang 350 juta ton,”katanya.
Saat ini distamben, kata Johan berbagai cara dilakukan untuk menemukan SDA yang selama ini belum diketahui dan tergali dengan cara melakukan penelitian, survei ke lapangan dan mempersiapakn program-program prioritas guna mendukung produksi Batubara Mura ke depan. “tahun 2010 nanti pemkab mura melalui distamben telah memproduksi serta mengekspor batubara ke luar daerah bahkan keluar negeri. Karena berdasarkan data yang dimiliki bahwa Mura merupakan salah satu daerah di Sumsel yang memiliki cadangan batubara terbanyak sesudah Kabupaten Muara Enim,”papar johan. Dengan kekayaan yang dimiliki oleh kabupaten mura sehingga sejumlah insvestor dalam negeri maupun luar negeri telah melakukan MoU dan menyatakan untuk bekerjasama untuk menanamkan modalnya ke sektor ini. Untuk mewujudkannya, kata Johan pihaknya saat ini sedang mempersiapakn industri sektor hilir.”Ke depan Pemkab telah bekerjasama dengan pihak kedua akan membangun PLTU Mulut Tambang. Dengan dibangunya PLTU itu diharapkan sebagian batubara Mura dapat disalurkan kesana,”ujarnya. Selain itu kata johan, jika sarana dan prasara pendukung telah selesai dikerjakan, pihaknya juga akan menjadikan batubara mentah menjadi Batu Baru siap bakai (briket.red) sehingga nantinya akan didistribusikan dan dinikmati oleh masyarakat Mura dan daerah lain.”Target Bupati, 2010 Alat pembuat Briket Batu bara ini sudah berproduksi. Memang selama ini belum ada kontribusi atau Royalti yang besar dari pertambangan batubara ini karena masih dalam proses pengarapan. Tapi setidaknya dari segi perizinan KP sudah memberikan kontribusi ke Pemkab Mura. Tercatat ada sekitar 17 KP Batubara yang setiap tahunnya membayar iuran tetap,”ungkapnya. Diungkapkan Johan, jika proses pengarapan cadangan batubara ini selesai tahun 2010, kontribusi dari royalti akan sangat besar masuk ke kas daerah Mura.”Buktinya saja jika tidak ada halangan tahun ini akan dibangun beberapa PLTU dengan kapsitas 2×7 MV, 2 x 125 dan 2 X 600 semua pembangkit itu akan menggunakan batubara, “ungkap Johan. Secara terpisah, anggota DPRD Mura, Idil Wahyudin berharap dengan banyaknya cadangan batubara di Kabupaten Mura. Pihak Pemkab Mura dapat memanfaatkannya serta mengelolanya secara baik.”Apabila batubara itu dapat dikelola dengan bagus, hasilnya akan sangat besar untuk pembangunan Mura ke depannya,” harap anggota DPRD Komisi D Mura tersebut. Belum lama ini Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti belum lama ini mengatakan untuk investor akan diberikan kemudahan pelayanan perizinan kepada investor khususnya bidang pertambangan yang akan melakukan eksplorasi di wilayah kabupaten Mura.“Kabupaten Mura ini ibarat rumah yang memiliki banyak harta karun, kalau rumah tersebut tertutup tentu harta karunnya tidak akan ditemukan sehingga kita membuka seluas luasnya kesempatan bagi investor untuk menanamkan investasinya di Mura.”ungkap Bupati Dikatakan Bupati kemudahan pemberian izin ini karena daerah tidak mampu untuk mengelolanya sehingga dibutuhkan investor sebagai mitra dalam mengelola potensi SDA yang dimiliki.”Khusus bidang Pertambangan semua perusahaan pertambangan yang akan mengajukan izin eksplorasi pemerintah menjamin melalui pelayanan satu hari atau one day sevices namun hal tersebut sebatas eksplorasi karena tahap tersebut baru tahap pencarian namun apabila sudah memasuki tahap eksploitasi atau produksi tentu hal ini lain lagi alias ada perhitungan yang lebih matang lagi untuk daerah.”jelas Bupati Dilanjutkan Bupati adanya keterbukaan dan akses yang cepat kepada perusahaan dalam pembuatan perizinan ini terbukti dengan banyaknya investor pertambangan yang masuk dan berinvestasi di kabupaten mura. Hal ini merupakan cara tersendiri yang diterapkan pemerintah untuk mengembangan potensi pertambangan yang ada.“Kalau tidak seperti ini atau para investor mengalami kesulitan untuk mendapatkan izin, maka investor juga malas untuk berinvestasi.”demikian kata Ridwan.(arc) Sumber : http://beliti.wordpress.com |