|
Kabid Kebudayaan Drs Hamam Santoso: “tahun 2008 ini merupakan tahun promosi wisata Mura. Di tahun ini juga kita akan giat-giat-nya melakukan promosi kebudayaan daerah meliputi tari dan lagu daerah baik di dalam kabupaten bahkan di luar Sumsel,” Salah satu penunjang program agropolitan center yakni masalah budaya dan parawisata musi rawas. Untuk itu Dinas yang focus bicara masalah Kebudayaan dan Parawisata tahun ini memfokuskan untuk mengembangkan Kebudayaan dan Inventarisasi Parawisata yang ada di kabupaten Mura.
Kepala Dinas Kebudayaan dam Pariwisata Kabupaten Musi Rawas Dra Hj Retno Trapsilowati MM melalui Kabid Kebudayaan Drs Hamam Santoso Senin (21/4). Untuk mengembangkan kebudayaan dan parawisata dikabupaten mura, hamam mengaku dana yang dikucurkan dari APBD Mura tahun 2008 masih tergolong minim untuk pengembangan potensi pariwisata. Sehingga akan berdampak terhadap kemajuan pariwisata setempat. “dana yang kita miliki Disbudpar sekarang masih sangat kurang. Dana yang ada sekarang kalau menurut saya hanya dapat digunakan untuk sebatas tahap mempromosikan, bukan untuk memperbaiki atau menambahkan fasilitas wisata disini,”ujarnya Kendala lain yang dihadapi pihaknya mengembangkan potensi wisata adalah, belum adanya satupun insvestor dalam negeri maupun luar berminat menanamkan modalnya ke Mura.”Enak kalau ada insvestor kita tinggal bikin perjanjian kemudian mereka yang menggarap nantinya,”tandasnya. Walaupun dana kurang, tutur dia, pihaknya tidak akan berdiam diri atau menunggu sampai ada insvestor datang ke Mura. Namun setidaknya, tahun ini pihaknya sudah memiliki program khusus untuk mendukung Kab Mura tahun 2010 nanti menjadi salah satu tujuan wisata di Sumsel. “tahun 2008 ini merupakan tahun promosi wisata Mura. Di tahun ini juga kita akan giat-giat-nya melakukan promosi kebudayaan daerah meliputi tari dan lagu daerah baik di dalam kabupaten bahkan di luar Sumsel,”ungkapnya. Selain itu kata hamam, pihaknya akan mulai mendata seluruh tempat pariwisata yang ada. Dengan pendataan itu dapat diketahui daerah-daerah wisata yang berpotensi untuk mendukung sektor pariwisata ke depannya. Adapun program-program yang telah disiapkan tahun ini antara lain, wisata outbon yang terletak di Kec Beliti, lalu pembuatan kawasan argo wisata salah satunya di Kec Tugu Mulyo.”Khususnya agro wisata tersebut, kita akan mengajak masyarakat maupun wisatawan untuk melihat dari dekat bagaimana proses penanaman sawit, pemetikan sawit dan sampai ke proses pembuatan menjadi minyak kelapa. Tak hanya sawit tanaman lain juga akan kita perkenalkan,”ungkapnya. Sedangkan untuk sektor pariwisata lain masih dalam proses persiapan. Namun yang jelas tahun ini merupakan tahun informasi wisata Kab Mura.”Mudah-mudahan semua program yang kita susun ini dapat dinikmati bersama-sama pada tahun 2010 nanti,”pungkasnya sembari mengatakan Beberapa Tempat Objek Wisata di Mura diantaranya Danau Raya, Gua Napilicin, Danau Gegas, Danau Sukahati, Curug Menai, Pancuran Air Panas, Bukit Botak, Bendungan Barata, Bendungan Tingkip dan Wisata Arum Jeram. Ditempat terpisah Kepala Dinas Kebudayaan dam Pariwisata Kabupaten Musi Rawas Dra Hj Retno Trapsilowati MM mengatakan untuk mengembangkan parawisata di Kabupaten Mura, Kabudpar terus melakukan pendekatan-pendekatan kepada pihak investor untuk berinvestasi dikabupaten mura.”kalau dulu ada pengelola hotel di napalicin, saat ini akibat terbakar maka usahanya tertutup. Saat ini kami akan melakukan pendekatan lagi untuk menanamkan investasi didaerah tersebut karena dipercaya daerah tersebut salah satu tempat wisata yang dituju turis mancanegara dikarenakan SDA Wisata yang sangat kaya.”demikian kaya Retno(***) Sumber : http://beliti.wordpress.com/2008/04/21/disbudpar-fokuskan-kembangkan-kebudayaan-dan-inventarisasi-parawisata/ |