Image Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Saya ucapkan selamat dan terima kasih atas selesainya redesain website ini, sebagai wujud upaya Pemerintah Kabupaten Musi Rawas memberikan layanan informasi lebih komprehensif dan komunikatif, semoga bermanfaat bagi semua.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

H. Ridwan Mukti
Image 
 
Home Potensi
Musi Rawas, Melesat di Jalur Cepat
Ditulis oleh Mufti Aziz Ahmad   
Minggu, 29 Juni 2008 02:49

Kabupaten Musi Rawas: Kabupaten Musi Rawas berpo­tensi untuk menjadi salah satu motor penggerak perkembangan ekonomi di Sumatera. Keka­yaan sumberdaya alam yang sebelumnya seperti dibiarkan tertidur, kini siap dimanfaatkan secara maksimal.

Bagaikan kisah Sleeping Beauty, Musi Rawas yang elok de­ngan sumberdaya alam (SDA) melimpah, lama “tertidur”. Kabupaten yang terbentang di atas tanah seluas 1.236.582,66 hektar ini, perkembangannya nyaris tertinggal di banding kabupaten lain di Sumatera Selatan.

Bicara tentang Musi Rawas, hampir identik dengan kemiskinan, dan ba­nyaknya daerah yang terisolir. Infrastruktur berupa jalan, yang layak dilewati roda empat cuma 24 persen. Sedangkan jaring­an listrik, tak le­bih dari 42 persen. Usia sekolah pun, baru 6 sampai 7 tahun.

Namun, dalam dua tahun terakhir, segalanya berubah. H. Ridwan Mukti, yang dipercaya menjadi Bupati Musi Rawas sejak September 2005, bagaikan sang pange­ran yang sanggup membangun­kan putri dari tidur panjangnya. Lela­ki yang lama ma­lang melintang sebagai profesional di sebuah perusahaan besar, kemudian terjun ke ranah politik hingga sempat menjadi Anggota DPR RI ini, tahu betul bagaimana memanfaatkan kekaya­an sum­berdaya alam Musi Rawas, hingga menjadi faktor pemicu perkembangan ekonomi kabupaten tersebut.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan Ridwan, adalah membuka akses daerah-daerah terisolir, melalui pemba­ngunan infrastruktur terutama berupa jalan dari perbatasan. Jaringan irigasi pun di tambah, ter­utama untuk daerah-daerah yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan.

Pembangunan infrastruktur tersebut, terbukti memiliki multiplier effect. Selain mampu mendinamisir aktivitas ekonomi masyarakat setempat, juga menarik minat para investor. Terlebih, infrastruktur vital lain seperti pembangkit listrik, ja­ringan rel kereta api, terminal petikemas bahkan bandar udara (bandara) untuk penerbang­an komersial, juga sedang disiapkan.

Dengan pengalamannya sebagai profesional di perusahaan swasta besar, Ridwan paham betul kebutuhan para investor. Seluruh jajaran aparat terkait, setiap saat siap melayani secara profesional dan bersih. Musi Rawas mendapat apresiasi tinggi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atas inisia­tifnya memancangkan Dek­larasi Percepatan Pem­be­rantasan Korupsi. Apre­siasi itu langsung di­sampaikan Ketua KPK Taufiequl­rachman Ruki, saat melalukan kunjungan dalam rangka review pelaksanaan deklarasi.

Musi Rawas juga menjamin rasa aman bagi siapapun yang mau menanamkan investasinya. Rasa aman, memang menjadi kebutuhan investor yang kerap sulit dipenuhi, terutama jika bisnisnya berope­rasi di daerah pelosok. “Itu lazim terjadi, kalau masyarakat sekitar tidak disiapkan,” ujar Ridwan Mukti. Karena itu, simultan dengan te­robosan di bidang ekonomi, Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Musi Rawas juga gencar melakukan upaya menyangkut peningkatan sumberdaya manusia (SDM), antara lain melalui pendidikan.

Dengan kualitas SDM yang terus meningkat, Musi Rawas juga bisa sekaligus menyediakan tenaga kerja yang dibutuhkan investor. Tapi, tentu saja, masyarakat setempat juga diberi peluang untuk menjadi pelaku bisnis, sesuai dengan kemampuannya. “Paling tidak, untuk usaha skala kecil dan menengah, kita bantu bahkan diberikan semacam proteksi untuk jangka waktu tertentu, agar kelak benar-benar siap bersaing dengan pengu­saha sejenis yang datang dari luar,” tutur Ridwan Mukti.

Lagi pula, dengan dibukanya akses daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi, masyarakat se­tempat sudah lang­sung terdorong untuk melakukan aktivitas bis­­nis. Paling tidak, mere­ka menjadi makin mudah untuk menjual berbagai komoditinya ke luar.

Di luar itu, Pemkab juga melancarkan berbagai program lain untuk mendukung peningkatan kesejahteraan rakyat, termasuk layanan kesehatan. Pemkab menjamin, upaya untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dengan mengundang investor, tidak akan meminggirkan ekonomi masyarakat setempat. “Justru harus saling bersinergi,” tandas Ridwan.

Potensi Seksi

Pembangunan infratruktur yang berjalan simultan dengan langkah pening­katan keualitas SDM serta kesejahteraan rakyat setempat, jelas bakal membuat Musi Rawas sebagai wilayah yang pa­ling seksi untuk berinvestasi berskala industri, karena potensi sumberdaya alamnya yang melimpah. Di sektor perkebunan, komoditi sawit menjadi salah satu an­dalan.

Sedikitnya sudah ada tujuh perusahaan perkebunan besar swasta (PBS) yang bermain di sawit. Dari sisi pengua­sa­an lahan, yang terbesar adalah PT Dendi Maker Indah Lestari (17.793,5 hektar) dan PT London Sumatera (13.698 hektar). Namun, peringkat itu akan terus berubah, karena setiap perusahaan sudah bersiap memperluas lahannya. Misalnya, PT Dwi Wira Mulia Utama, sudah mendapat izin lokasi se­luas 20 ribu hektar.

Hutan Musi Rawas yang membentang hingga 631.104 hektar, sebagian bisa dimanfaatkan sebagai hutan industri. Ada tujuh jenis kayu bulat yang menjadi andal­an. Industri pulp juga bisa memperoleh pasokan bahan baku yang melimpah.

Tapi, tentu saja Pemkab Musi Rawas sangat berhati-hati dalam memanfaatkan hutan untuk industri tersebut. Pemeliharaan melalui hutan lindung dan konservasi, menjadi perhatian utama. Pemkab juga gencar menjalankan program yang mengusung tema, “Kecil Menanam, Besar Memanen”, yang pelaksanaannya dinilai baik oleh Menteri Kehutanan MS. Ka’ban.

Potensi lain yang membuat Musi Rawas kian seksi, tentu saja sektor pertambangan. Sektor ini bahkan diperhitungkan bakal menjadi salah satu roket pendorong paling penting, dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi Musi Rawas. Bebe­rapa perusahaan energi telah melakukan pengeboran di areal yang mengandung minyak dan gas (migas). Di antaranya PT Pertamina, PT Medco E & P Indonesia, PT Petro China Int’L Bangko, PT Seleraya Merangin II dan PT Tropik Energi Pandan.

Di seantero Sumatera Selatan, potensi minyak Musi Rawas masuk pe­ringkat dua terbesar di antara delapan kabupaten lain. Potensi gasnya juga berada di tiga besar dari 15 kabupaten yang memiliki potensi serupa. Sebetulnya, kegiatan eksplorasi migas di Musi Rawas sudah berlangsung sejak jaman penjajahan Belanda. Namun, setelah itu, kegiatan tersebut tidak dilakukan secara maksimal.

Masih di sektor pertambangan, tanah Musi Rawas juga menyimpan potensi batu bara yang sangat besar. Cadangannya saat ini, mencapai 1,235 miliar ton, dengan nilai kalori 5.000 sampai 6.000 kal/gel dan ketebalan 0,5 sampai 30 meter. Kandungan batu bara tersebar di Kecamatan Muara Kelingi, Muara Lakitan dan Rawas Ilir.

Emas, perak, biji besi, dan timah hitam, juga merupakan potensi pertam­bangan yang siap dieksplorasi. Masih banyak lagi kekayaan yang terbenam di Bumi “Lan Serasan Sekentenan”. Mulai dari marmer, fosfat, batu gamping, sampai andesit dan pasir. Pemkab Musi Rawas menjamin, hasil eksplorasi ke­kayaan SDA tersebut, ba­kal banyak dinikmati daerah dan masyarakat sekitar. “Jaminan ini pen­ting, agar masyarakat mendukung se­tiap investor yang melakukan eksplorasi,” ujar Ridwan Mukti.

Agropolitan

Kendati memiliki potensi hutan dan pertambangan yang melimpah, Musi Rawas tidak menumpukan seluruh upaya­nya untuk mengembangkan dua sektor tersebut. Sektor pertanian, termasuk subsektor tanaman pangan (padi), juga mendapat perhatian sa­ma seriusnya.

Bahkan, Pemkab Musi Rawas yang di­pimpin duet Bupati Ridwan Mukti dengan Wakil Bupati Hj. Ratna­wati Ibnu Amin, sudah me­nancapkan visi “meningkatkan ke­se­jah­teraan masyarakat dan perekonomian daerah berbasisi agraris”, untuk periode kepemim­pinannya, 2005 sampai 2010.

Lagi pula, selain kekayaan hutan dan tambang, Musi Rawas juga merupakan lahan subur bagi tumbuhnya padi. Bukan sekadar angan, jika daerah ini kelak akan menjadi lumbung beras bagi Sumsel. Kalau untuk kebutuhan sendiri, sejak 1981 Musi Rawas sudah menyandang predikat swasembada beras.

Langkah strategis yang dilakukan untuk menggenjot produksi beras, antara lain pembangunan jaringan irigasi secara besar-besaran, baik berupa perbaikan yang sudah ada maupun membangun jaringan baru. Selain untuk mendukung sektor agribisnis, jaringan irigasi juga menjadi sarana transportasi, bahkan pengembangan bidang komoditi per­ikanan.

Kendati upaya ini masih berjalan, namun hasilnya sudah kelihatan. Pada 2006, produksi padi di Musi Rawas mencapai 236.886 ton, setara dengan produktivitas 4.186 ton per hektarnya. Angka itu merupakan gabungan produksi padi sawah sebanyak 211.555 ton, dan padi gogo 25.331 ton. Produktivitas padi sawah yang didukung jaringan irigasi, tercatat 4.727 ton per hektar, sedangkan padi gogo 2.149 ton per hektar. Selain padi, hasil panen berupa palawija dan holtikultura juga cukup tinggi. Untuk palawija mencapai 13.135 ton atau 4.230 ton per hektar, sedangkan holtikultura mencetak angka 51.794 ton, atau 3.414 ton per hektarnya.

Secara keseluruhan, upaya pengembangan sektor pertanian dan perkebunan Musi Rawas, dibingkai dalam sebuah program besar bernama agropolitan center. Ini adalah sebuah konsep yang memperkenalkan penerapan teknologi pada sektor pertanian, hingga berkembang menjadi sebuah industri pertanian yang terinteg­rasi. Di sini, sektor pertanian diga­rap dari hulu sampai hilir. Sebagai langkah awal, agropolitan center pertama dipusatkan di Kecamatan Muara Beliti, yang selanjutnya akan dikembangkan di daerah lain berdasarkan distrik.

Untuk menunjang agropolitan center, kehadiran prasarana dan sarana seperti terminal peti kemas dan lapangan udara, mutlak diperlukan. “Kami akan segera mewujudkannya,” tandas Ridwan Mukti, pasti.


http://www.majalah-pip.com/majalah2008/readstory.php?cR=1214656666&pID=22&stID=1068