Sejumlah koperasi di Musi Rawas, berhasil menunjukkan kinerja cemerlang. Perannya dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, sudah terasa. Pembangunan ekonomi Musi Rawas yang kini sedang dipacu dalam kecepatan tinggi, tentu saja bermuara pada tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Karena itu pengembangan koperasi, sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, tidak luput dari perhatian. Pembinaan koperasi di Musi Rawas, dilakukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, yang dipimpin Rostika Zaleha.
Di Musi Rawas, saat ini tercatat ada 350 unit koperasi, dengan anggota sebanyak 24.262 orang. Jika ditotal, seluruh koperasi tersebut memiliki modal sendiri hampir Rp 40 miliar, dan menyerap modal dari luar lebih dari Rp 56 miliar. Sedangkan total asset yang berhasil dihimpun, menyentuh angka Rp 117,9 miliar. Dari total omset yang mencatat angka Rp 16,6 miliar lebih, diperoleh sisa hasil usaha (SHU) Rp 7,6 miliar lebih.
Untuk ukuran kabupaten yang sebelumnya memiliki banyak daerah tertinggal, tentu saja angka-angka tersebut menunjukkan kinerja yang cukup membanggakan. Terlebih, ada di antara beberapa koperasi yang pencapaiannya terbilang istimewa. Contohnya, Koperasi Pegawai Negeri (KPN) RS dr Sobirin, yang sudah memiliki aset Rp 1,8 miliar dan berhasil menghimpun modal sendiri sebanyak Rp 1,2 miliar lebih.
Bidang usaha KPN RS dr Sobirin, cukup beragam. Mulai dari simpan pinjam, waserda, pengadaan ATK sampai apotik. Menariknya, koperasi ini bukan hanya bekerja sama dengan RS dr Sobirin, tetapi juga pihak lain seperti Klinik SR HM, PT Djuanda Sawit Lestari bahkan PT Askes.
Koperasi Unit Desa (KUD), juga banyak yang masih bertahan, bahkan dengan kinerjanya yang lumayan kinclong. Misalnya, KUD Sadar Sejahtera yang berkantor di Desa Beliti Jaya. Kendati merupakan pisahan dari KUD Pandawa Sakti (sebagai dampak pemekaran kecamatan), KUD Sadar Sejahtera masih mencatatkan aset Rp 11,3 miliar. Anggota KUD yang berjumlah 1.468 orang, adalah para petani sawit (plasma). Karena itu, kegiatan utamanya pun banyak berhubungan dengan sawit, terutama sebagai mediasi antara petani plasma dengan perusahaan intinya. Dalam hal ini, KUD menghimpun sawit dari petani, kemudian dijual ke perusahaan inti. Karena keberhasilannya memainkan peran sebagai mediator antara plasma dengan inti, KUD Sadar Sejahtera kemudian dijadikan percontohan untuk semua KUD yang menjadi mitra PD Djuanda Sawit Lestari (inti). Usaha lain yang digarap KUD iini adalah simpan pinjam, dan pengadaan BBM. Masih di perkebunan sawit, peran KUD Sari Makmur juga cukup atraktif. KUD ini bekerja sama dengan Perusahaan Perkebunan London Sumatera, untuk mengembangkan perkebunan sawit dengan pola inti-plasma, meliputi areal perkebunan seluas 964 hektar. Di lingkungan petani karet, KUD Rukun Abadi cukup menonjol. Koperasi yang wilayah usahanya meliputi 13 desa ini, menggarap usaha pembibitan karet, penyediaan pupuk sampai jual beli bokar (karet). Setiap bulan, KUD yang memiliki modal sendiri Rp 901 juta ini, rata-rata menjual 130 ribu kg bokar. Sedangkan di sektor pertanian, ada Koperasi Keluarga Tani, yang berlokasi di sentra tanaman padi, yaitu Desa Sidoharjo. Karena telah menunjukkan perannya yang penting dalam membantu usaha tani anggotanya, koperasi ini pernah mendapat bantuan pembangunan pabrik lengkap dengan mesin rice milling unit dari Pemkab Musi Rawas, senilai Rp 1,2 miliar. Ada juga KUD yang usaha utamanya adalah simpan pinjam, yaitu KUD Simpan Pinjam Rias, yang merupakan metamorfosa dari Koperasi Kredit Rias. KUD yang memiliki 960 anggota ini, pernah menyabet predikat koperasi simpan pinjam terbaik se Sumatera Selatan. Selain melayani kebutuhan pinjaman, KUD Rias juga piawai menghimpun dana anggota dan masyarakat, melalui berbagai produk simpanan, yaitu Sibuhar (simpanan bunga harian), Sisuka (simpanan sukarela berjangka), Sihaj (simpanan haji), dan tasis (tabungan siswa). http://www.majalah-pip.com/majalah2008/readstory.php?cR=1214657198&pID=22&stID=1072 |